Aroma parfummu melayang, membelai rindu
Seakan hadirmu merengkuh sepi yang menggigil
Dekapan hangatmu, bak selimut di musim penghujan
Genggaman eratmu, penjaga hati yang rapuh
Binar matamu, pelita dalam gelapku
Dan jemarimu yang usil, pengusir kelabu hariku
Layakkah aku tersentuh oleh kasihmu?
Ragu kerap menghampiri, berbisik tak pantas
Namun perasaan ini meronta dalam dada
Seakan tiap sentuhanmu menenangkan jiwa
Yang mengalun lembut menyentuh kalbu
Gema tawamu berdansa dalam kenangan
Jemari kita bertaut, bak benang yang tersimpul rapi
Saat hening memeluk, kubisikkan pada diri
Adakah hatiku tercermin di matamu?
Dalam ketidaklayakan ini kutemukan tulusmu