Minggu, 08 Juni 2025

Percaya

Percayalah pilihan Tuhan tidak pernah salah.

Kau tak perlu menyesalinya.

Itu sudah keputusan yang terbaik.

Terima dan syukuri.

Mungkin jalanmu memang di situ.

Fokus

Fokus sama rencana awal? 

Iya kalau berhasil.

Kalau gagal gimana?

Ntahlah pikiran saling berkecamuk.

Bukan semesta yang sedang tak baik.

Tapi dirimu dengan segala kebingungan yang kamu buat.


Pupus

Impian yang terajut dengan rapi

namun tak bisa terbentang luas 

perih, sungguh

melepas asa yang pernah bersemi di hati

Haruskah aku mengubur semuanya?

Pergi

Pergilah sejauh mungkin

bila aku bukan tujuanmu

Aku tak bisa menahanmu

untuk menetap

Abadilah dalam keasingan itu

Aku harap kau temui bahagia

Biarlah aku meresapi lukanya.

Kata yang Bermuara

Barisan kata bermuara 

pada teluk pemahaman

tempat ombak-ombak makna 

bergulung dalam pelukan hening


Di sanalah kuceritakan 

segala yang tersimpan rapat 

kepada jiwa yang tepat 

yang mendengar tanpa syarat


Barisan kataku bermuara 

pada tempat yang seharusnya 

pada dirimu yang memahami 

bahasa tanpa suara

Aroma Kasih

Aroma parfummu melayang, membelai rindu

Seakan hadirmu merengkuh sepi yang menggigil

Dekapan hangatmu, bak selimut di musim penghujan

Genggaman eratmu, penjaga hati yang rapuh

Binar matamu, pelita dalam gelapku

Dan jemarimu yang usil, pengusir kelabu hariku


Layakkah aku tersentuh oleh kasihmu?


Ragu kerap menghampiri, berbisik tak pantas

Namun perasaan ini meronta dalam dada

Seakan tiap sentuhanmu menenangkan jiwa

Yang mengalun lembut menyentuh kalbu


Gema tawamu berdansa dalam kenangan

Jemari kita bertaut, bak benang yang tersimpul rapi

Saat hening memeluk, kubisikkan pada diri

Adakah hatiku tercermin di matamu?


Dalam ketidaklayakan ini kutemukan tulusmu

Selamat Malam

Hai

Perkenalkan aku makhluk kecil yang lemah itu

Kau sudah mengenalku seperti apa bukan?

Maaf jika aku terlalu berperasa ya

Itu respon dari tubuhku


Ketika jantungku berdebar kencang

Dan hatiku berbicara tanpa suara

Aku hanya ingin kau tahu

Bahwa aku mengkhawatirkanmu

Ragu

Untuk menyapa saja rasanya sulit ya.
Mau cerita keseharian tapi sadar bukan siapa-siapa mu lagi.
Suasananya sudah tak sehangat dahulu.
Semua tentangku tak lagi menarik di matamu.
Akan tetapi, ketahuilah aku masih ada di sini.
Menunggumu kembali walaupun hanya ada sedikit kemungkinan atau bahkan tak ada sama sekali.
Meskipun aku tau kamu tak mungkin menginginkanku lagi.
Entah mengapa aku tak bisa berhenti mencintaimu.
Dalam diam aku merindukanmu.

Percaya

Percayalah pilihan Tuhan tidak pernah salah. Kau tak perlu menyesalinya. Itu sudah keputusan yang terbaik. Terima dan syukuri. Mungkin jalan...